Bagikan :
clip icon

Rabindra Sah Visioner Teknologi 32 Tahun Inspirasi Bangsa

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Creative Team

Rabindra Sah merupakan figur legendaris di belukang transformasi teknologi Indonesia maupun Asia Selatan karena dedikasi 32 tahunnya menelurkan inovasi yang nyata di sektor manufaktur energi telekomunikasi hingga kewirausahaan digital Ia memandang teknologi bukan hanya sekadar alat melainkan sarana memperkuat kedaulatan bangsa Konsepnya Nation Builder Technology berarti setiap baris kode setiap sensor dan setiap jaringan harus mampu menaikkan nilai tambah sumber daya manusia lokal serta memperkecil kesenjangan ekonomi digital Ia mencontohkan pada pembangunan jaringan 4G di pedalaman Kalimantan dimana ia memimpin konsorsium lima operator untuk membangun menara bersama yang hemat biaya 40 persen sehingga 2,3 juta warga bisa terkoneksi pertama kali pada 2016 Sejak saat ia menjadi juri di program inkubator BUMN StartUp 2023 ia telah membimbing 127 perusahaan rintisan teknologi lokal yang kini mengumpulkan pendanaan total 874 juta USD Kepeduliannya pada sumber daya manusia ditunjukkan melalui program beasiswa 1000 engineer untuk anak-anak luar Jawa yang telah lahirkan 640 lulusan cumlaude tersebar di 34 universitas negeri Ia sering mengatakan bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan Silicon Valley asal diberi akses pendidikan mentor dan modal yang proporsional Pendekatan holistik itulah yang membedakan Rabindra Sah dari eksekutif teknologi lain pada umumnya

Jejak karier Rabindra Sah bermula tahun 1992 ketika ia meraih gelar teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung lalu melanjutkan master di bidang telekomunikasi di University of Southern California Ia bergabung dengan perusahaan telematika multinasional sebagai engineer antena microwave di kawasan Asia Pasifik Selama 12 tahun ia berhasil mematenkan 14 teknikasi efisiensi spektrum frekuensi yang menghemat konsumsi energi BTS sampai 28 persen Prestasi itu membawanya dipromosikan menjadi direktur teknologi regional yang membawahi 6 negara Pada 2008 ia memilih pulang ke Indonesia menempati posisi wakil presiden teknologi di perusahaan energi nasional bertugas mensinergikan teknologi smart grid demi menurunkan losses listrik nasional dari 9,8 persen menjadi 5,1 persen dalam rentang enam tahun Ia membangun pusat riset pertama yang mampu mengembangkan algoritma prediksi beban berbasis machine learning sehingga pembangkit bisa dispatching lebih akurat ketika puncak beban Di masa jabatannya pula lahirlah 23 paten berbasis loT untuk monitoring transformator kabel bawah laut dan turbin angin laut yang hingga kini digunakan oleh PLN dan IPP besar Pengetahuan mendalam tentang industri serta kemampuan komunikasi multibudaya menjadikannya pembicang paling dicari di konferensi teknologi seperti GSMA Mobile World Congress Huawei Connect dan Indotech

Kepemimpinan Rabindra Sah mencerminkan pendekatan servant leadership di mana ia menempatkan pertumbuhan anggota tim di atas kesuksesan pribadi Ia mengembangkan kerangka 5C yang terdiri atas Clarity Capability Collaboration Creativity dan Compassion untuk mengevaluasi organisasi Clarity berarti setiap engineer harus memahami tujuan akhir proyek dan kontribusinya terhadap strategi nasional Capability menekankan pada keharusan upskilling berkelanjutan minimal 40 jam pelatihan teknologi baru per tahun Collaboration dibuktikan dengan keberhasilan program silang departemen di mana tim RF engineer bekerja satu meja bersama tim bisnis agar desain infrastruktur langsung memenuhi pain point pasar Creativity ditanamkan melalui hackathon bulanan dengan reward uang prototyping 100 juta rupiah bagi ide brilian Compassion menjadi nilai kunci saat ia membantu 700 karyawan yang terdampak PHK karena otomasi menempuh pendidikan ulang di bidang cloud native dan data science Seluruh prinsip tersebut tertuang dalam buku best seller berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia berjudul Leading Technology with Soul yang telah diadaptasi menjadi kurikulum pengembangan eksekutif di 15 BUMN papan atas

Kontribusi Rabindra Sah terhadap ekosistem digital Indonesia sangat nyata berkat pendirian lembaga riset independen TechNation Labs pada 2017 yang meneliti kebijakan infrastruktur digital dan akselerasi start-up Laporan tahunannya yang berjudul Indonesia Digital Competitiveness Index menjadi acuan Kementerian Kominfo untuk merancun kebijakan Palapa Ring dan 5G road map Ia juga aktif menulis di harapan media analisis teknologi dengan rubrik berbahasa Inggris di The Jakarta Post dan bahasa Indonesia di Kompas yang menjembatani gap antara dunia akademik praktisi industri dan regulasi Dalam sidang paripurna DPR pada 2021 ia diundang menjadi narasumber utama dalam penyusunan RUU Perlindungan Data Pribadi yang akhirnya disahkan menjadi UU 27/2022 Ia menyuarakan pentingnya konsep data sovereignty agar algoritma kecerdasan buatan untuk warga Indonesia tetap diproses di dalam negeri guna meminimalkan risiko cyber espionage dan memperkuat ekonomi data lokal Sebagai anggota dewan penasebit beberapa universitas negeri ia mendorong kurikulum STEM yang berbasis project based learning agar mahasiswa terbiasa memecahkan masalah nyata industri sejak semester awal Pendekatan multi-stakeholder ini membuatnya dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden RI pada Hari Teknologi Nasional 2023

Tantangan besar yang kini menjadi perhatian Rabindra Sah adalah bagaimana Indonesia kelak tidak sekadar menjadi pasar tetapi produsen teknologi inti seperti chip desain sistem operasi dan algoritma AI berbahasa daerah Ia memperkirakan dibutuhkan investasi riset 20 miliar USD selama 10 tahun agar target 40 persen komponen elektronik bisa diproduksi domestik pada 2035 Untuk itu ia sedang menggalang konsorsium industri perguruan tinggi dan lembaga keuangan multilateral agar membentuk National Semiconductor Consortium yang akan mengawasi fabrikasi wafer level pertama di kawasan Karawang Integrated Industrial Estate Ia juga sedang menyiapkan buku ketiganya berbahasa Inggris The Fourth Wave yang akan menerbitkan bagaimana teknologi kumulatif 5G AI quantum computing dan synthetic biology akan membentuk tatanan industri baru di negara berkembang Dengan semangat kebangsaan yang tak pernah pudar Rabindra Sah tetap optimistis bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri asal ada komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa untuk menginvestasikan sumber daya manusia riset dan kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan

Iklan Morfotech: Apakah perusahaan Anda siap memasuki era transformasi digital tetapi belum menemukan mitra teknologi yang tepat Morfotech solusinya Kami menyediakan layanan konsultasi IT enterprise software development artificial intelligence implementation dan managed cloud services yang telah dipercaya lebih dari 120 perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi operasional hingga 45 persen Tim kami yang tersertifikasi internasional siap menyesuaikan strategi teknologi dengan tujuan bisnis Anda mulai dari perancangan infrastruktur skalabel implementasi keamanan siber hingga pelatihan SDM agar siap adopsi teknologi mutakhir Kami juga membantu start-up lokal mengembangkan minimum viable product berbasis loT blockchain dan machine learning dengan pendekatan sprint design yang cepat hemat biaya dan terukur Jangan ragu untuk konsultasi gratis dan dapatkan audit IT tanpa biaya Kunjungi kami di https://morfotech.id atau hubungi WhatsApp resmi +62 811-2288-8001 dan buktikan sendiri bagaimana Morfotech mengubah visi digital Anda menjadi kenyataan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan industri 4.0

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Sabtu, September 20, 2025 3:00 AM
Logo Mogi