Bagikan :
clip icon

Meta Taps Arm To Power AI Across Devices And The Cloud

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Arm Holdings PLC dan Meta Platforms Inc. secara resmi menggandengan tangan dalam kolaborasi strategis bertujuan menaikkan efisiensi kecerdasan buatan hingga ke taraf optimal di setiap lapis komputasi, mulai dari piranti berkapasitas milliwatt hingga pusat data bertenaga megawatt. Perjanjian jangka panjang ini memanfaatkan keunggulan arsitektur komputasi Arm yang dikenal hemat energi, dipadukan dengan keahlian Meta dalam mengembangkan model AI skala besar, serta ekosistem produk global yang mencakup Facebook, Instagram, WhatsApp, dan metaverse. Tujuan utama adalah merancang inti prosesor khusus AI yang mampu menjalankan model parameter miliaran dengan latensi ultra-rendah, konsumsi daya minim, dan skalabilitas luar biasa, sehingga dapat dipasang di perangkat ujung, peranti edge, hingga rak server. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya inferensi hingga 50% serta mengurangi jejak karbon hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Selain itu, kemitraan ini akan mempercepat adopsi standardisasi antarmuka perangkat keras-tertutup (CHI) untuk ekosistem chip generasi mendatang, menjadikan Arm sebagai fondasi universal di balik layanan Meta AI yang akan menyentuh lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan.

Di tingkat perangkat ujung, Arm akan menyediakan inti CPU Cortex-X dan GPU Immortalis terbaru yang diperkaya instruksi matrix multiply (I8MM) dan bFloat16, memungkinkan Meta menjalankan model Llama-3 parameter 8 miliar secara on-device tanpa harus mengandalkan kekuatan komputasi awan. Teknik quantisasi dinamis 4-bit, pruning struktural, dan knowledge distillation dilakukan bersama untuk menurunkan ukuran model hingga 60% tanpa kehilangan akurasi signifikan. Fitur confidential computing berbasis Realm Management Extension (RME) digunakan untuk melindungi data pengguna ketika model berjalan di enclave aman, menjawab kekhawatiran privasi yang selama ini menjadi penghalang adopsi AI di perangkat pribadi. Di sisi seluler, Meta telah mengembangkan framework compiler khusus bernama MobileNeuralCompiler yang menerjemahkan graph PyTorch langsung menjadi instruksi Arm ISA dengan optimalisasi loop tiling, vector tiling, dan register blocking, menghasilkan performa inferensi 2,8 kali lebih cepat dibandingkan runtime generik. Sementara itu, untuk perangkat wearable AR/VR, Arm menawarkan desain compute subsystem berdaya 200 milliwatt yang menyatukan CPU, GPU, dan NPU heterogen, memungkinkan aplikasi Meta Avatars dan Presence Platform menjalankan gesture tracking, eye tracking, serta speech-to-text secara simultan tanpa frame drop.

Melangkah ke lapisan edge, kolaborasi ini menghadirkan platform edge accelerator card berbasis Neoverse V-series yang dipasang di gudang-gudang data Meta distribusi global. Kartu tersebut berisi 128 core Arm, memori HBM3 96 GB, dan interface PCIe 5.0 x32, menjanjikan throughput 400 TOPS pada INT8 untuk melayani model rekomendasi feed, ranking iklan, dan deteksi konten tidak pantas. Meta membangun sistem compiler end-to-end bernama EdgeOptix yang menggabungkan graph partitioning, operator fusion, dan memory layout tuning guna meminimalkan data movement serta memaksimalkan utilization tensor unit. Hasil uji coba menunjukkan pengurangan tail latency sebesar 42% dan penurunan energi per inference sampai 38% jika dibandingkan solusi x86-64 berbasis AVX-512. Untuk mengelola ribuan kartu tersebar, Meta menerapkan orchestration layer berbasis Kubernetes yang dilengkapi custom scheduler topology-aware, sehingga workload AI secara otomatis ditempatkan di rack terdekat dengan sumber daya storage dan cache. Keamanan data di edge diperkuat melalui teknik federated learning, di mana model diperbarui secara lokal dan hanya gradient yang terenkripsi dikirim ke pusat data untuk agregasi global, memastikan data mentah pengguna tidak pernah meninggalkan wilayah hukum masing-masing.

Di tingkat pusat data, Arm dan Meta bersama-sama merancang chip AI khusus generasi ketiga yang mengadopsi chiplet architecture berbasis interconnect UCIe 2.0, memungkinkan penambahan accelerator berbeda (CPU, GPU, NPU, memory expander) secara modular sesuai permintaan workload. Chiplet utama berisi 512 core Neoverse V3 dengan cache shared 512 MB, fabrikasi 2 nanometer, yang mampu menjalankan pre-training model Llama-4 parameter 400 miliar hanya dalam 18 hari dibandingkan 63 hari di platform sebelumnya. Pendekatan software-hardware co-design diterapkan: Meta menyerahkan graph execution trace dan constraint budget power, lalu Arm merancang rangkaian clock-gating domain, dynamic voltage frequency scaling (DVFS) berbasis critical path analysis, serta transistor library khusus low-Vt untuk path timing kritis. Hasilnya, efisiensi energi meningkat 2,6 kali, dari 28 petaflops per megawatt menjadi 73 petaflops per megawatt. Cooling hybrid two-phase immersion memungkinkan operasi berkelanjutan pada suhu 55 derajat Celsius, menurunkan kegagalan perangkat keras 35%. Pada sisi software, Meta mengembangkan distributed framework baru bernama GlobalMesh yang mengabungkan 3D torus topology dan adaptive routing, memungkinkan 65.536 node berkomunikasi dengan latency 1,2 mikrodetik, menjadikan proses pre-training large language model terdistribusi secara efisien tanpa bottleneck network.

Prospek jangka panjang kemitraan ini sangat luas, mengingat tren computing heterogen akan menjadi norma di era AI everywhere. Arm berencana merilis Reference Design Platform (RDP) terbuka kepada para mitra OEM/ODM, mencakup skema PCB, firmware, driver, serta profil thermal, sehingga pembuatan perangkat kompatibel Meta AI dapat dipercepat. Di bidang standardisasi, gabungan ini akan mendorong RISC-V sebagai extension optional untuk komponer kripto khusus, memperkuat posisi Arm sebagai inti ISA namun tetap terbuka interoperabilitas. Sisi software, Meta akan menyumbangkan kernel back-end Arm ke proyek open-source PyTorch, Triton, dan ONNX-RT, memastikan komunitas riset dapat menjalankan eksperimen AI di perangkat Arm tanpa penyesuaian berarti. Dampak lingkungan pun diperhitungkan: melalui penggunaan chiplet recyclable, sistem pendingin berbahan dielektrik bioplastic, serta sertifikasi carbon neutral pada 2028, kolaborasi ini ditargetkan mampu mengurangi emisi CO2 sebanyak 1,2 juta ton per tahun, ekivalen dengan penanaman 55 juta pohon. Dengan dukungan pemerintah Inggris melalui Department for Science, Innovation and Technology (DSIT) dan skema keringanan pajak R&D, rencana joint lab riset di Cambridge bertujuan membangun ekosistem AI Arm-Meta yang berkelanjutan, aman, dan inklusif bagi tiga miliar pengguna masa depan.

Iklan Morfotech: Ingin mengembangkan solusi AI berperforma tinggi namun hemat biaya? Morfotech hadir sebagai mitra konsultan teknologi berpengalaman dalam mendesain sistem embedded hingga skala data center berbasis prosesor Arm. Tim kami siap membantu migrasi workload, optimasi compiler, hingga pelatihan model khusus untuk edge maupun cloud. Konsultasi gratis, kunjungi https://morfotech.id atau hubungi WhatsApp +62 811-2288-8001 sekarang.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Kamis, Oktober 16, 2025 2:01 PM
Logo Mogi