Bagikan :
clip icon

Mengapa Saham Rigetti Computing Melonjak Hari Ini dan Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Masuk

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Creative Team

Pasar modal global kembali dihebohkan oleh aksi lonjakan harga saham Rigetti Computing (RGTI) yang sempat menyentuh level 20 persen di awa perdagangan Jumat pekan lalu sebelum akhirnya melorot kembali ke kisaran 14 persen. Fenomena ini bukan sekadar gejolka biasa karena berlangsung di tengah tren bullish sektor komputasi kuantum yang makin menguat sejak awal 2024. Bagi investor ritel di Indonesia yang kerap kali bertanya kapan waktu tepat untuk menimba keuntungan dari saham teknologi asal Negeri Paman Sam, peristiwa ini menawarkan banyak pelajaran berharga sekaligus peringatan akan volatilitas ekstrem yang kerap menyertai saham berbasis masa depan. Di bawah ini kami akan menjabarkan secara detil faktor fundamental, sentimen pasar, dinamika momentum trading, hingga risiko yang menyelimuti Rigetti Computing sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan proporsional. Kami juga akan menyajikan data kuantitatif terbaru, riset laboratorium, proyeksi industri, serta strategi manajemen portofolio yang dapat diterapkan oleh investor berbagai profil risiko sehingga artikel ini menjadi panduan lengkap dan relevan dalam jangka panjang. Tak hanya itu, pembahasan akan disertai dengan analisis komparatif terhadap pesaing utama seperti IBM Quantum, Google Quantum AI, IonQ, dan D-Wave sehingga Anda memiliki konteks pasar yang lebih luas untuk menilai apakah RGTI benar-benar menawarkan value investing atau sekadar hype semata yang akan meredup seiring waktu.

Penyebab utama di balik rally RGTI pada perdagangan Jumat lalu dapat ditelusuri pada tiga katalis sekaligus yang muncul dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Katalis pertama adalah pengumuman bahwa Rigetti Computing berhasil mengamankan kontrak riset senilai USD 3,7 juta dari Badan Proyek Inovasi Pertahanan Amerika Serikat (DIU) untuk mengembangkan chip kuantum generasi berikut yang kompatibel dengan teknologi fabrikasi 5 nm. Kabar ini langsung memicu euforia di kalangan trader harian karena DIU sangat jarang memberikan proyek langsung kepada perusahaan berkapitalisasi kecil seperti Rigetti yang saat ini berada di kisaran USD 350 juta. Katalis kedua datang dari laporan internal yang bocor ke media, menyatakan bahwa Rigetti telah meningkatkan waktu koherensi kubit superkonduktifnya hingga 300 mikrodetik, mendekati ambang kompetitif yang selama ini hanya dapat dicapai oleh IBM. Peningkatan ini menandakan potensi komputasi kuantum yang lebih praktis untuk aplikasi dunia nyata, mulai dari optimasi rantai pasok farmasi hingga simulasi molekul untuk obat kanker. Katalis ketiga adalah sentimen makro: Jerome Powell dalam pidato di Jackson Hole menyinggung bahwa komputasi kuantum berpotensi menjadi pendorong produktivitas nasional, yang ditafsirkan pelaku pasar sebagai sinyal dukungan terselubung terhadap anggaran riset teknologi strategis. Gabungan ketiga faktor ini mendorong volume perdagangan RGTI melejit 800 persen di atas rata-rata 20 hari, membuatnya terscan sebagai top mover di beberapa platform data keuangan populer. Bagi trader momentum, fenomena volume spike yang disertai break-out dari resisten USD 1,35 menjadi sinyal kuat untuk entry, mendorong harga meluncur hingga USD 1,62 sebelum akhirnya profit taking muncul di sesi sore. Bagi investor fundamental, tentu saja pertanyaan yang muncul adalah apakah lonjakan ini sustainable atau sekadar dead cat bounce karena secara year-to-date saham ini masih terjadi 45 persen meski rebound 140 persen dalam 30 hari terakhir. Jawabannya bergantung pada kemampuan Rigetti untuk merealisasikan komersialisasi teknologinya, memperluas basis pelanggan enterprise, dan menurunkan burn rate kas yang masih berada di kisaran USD 9 juta per kuartal.

Membandingkan kinerja Rigetti Computing dengan pesaing langsungnya akan memberikan konteks apakah valuasi saat ini masih rasional atau sudah terlalu mengandalkan ekspektasi masa depan. IBM Quantum, sebagai pemimpin pasar, memiliki anggaran riset tahunan lebih dari USD 2 miliar dan baru saa memperkenalkan prosesor Condor dengan 1.121 kubit, menjadikannya enam kali lipat lebih besar dari prosesor Ankaa-9 milik Rigetti yang 84 kubit. Namun demikian, Rigetti unggul dalam pendekatan fabrikasi fabrikasi chip yang dapat diintegrasikan dengan proses CMOS standar, sehingga biaya produksi per kubit bisa ditekan 40 persen lebih rendah. IonQ, sebagai perusahaan berbasis ion terperangkap, menawarkan konektivitas kubit yang lebih baik namun hanya mampu mencapai 64 kubit secara terkontrol, sedangkan Rigetti telah menunjukkan skalabilitas hingga 336 kubit dalam simulasi. Dari sisi valuasi, IonQ diperdagangkan di Price-to-Sales ratio 180 kali, jauh lebih mahal dibanding RGTI yang 25 kali, sehingga secara relatif Rigetti masih tergolong murah untuk saham pertumbuhan tinggi. D-Wave berbeda pendekatan fokus pada quantum annealing, sangat efektif untuk optimisasi kombinatorik namun tidak universal seperti gate-based quantum computer milik Rigetti. Hal ini membuka ceruk pasar tersendiri bagi Rigetti untuk menawarkan hybrid quantum-classical cloud service yang dapat menyelesaikan problema lebih luas. Di pasar domesik, investor Indonesia tentu tidak dapat membeli saham RGTI langsung melalui BEI, namun dapat mengaksesnya melalui broker daring yang menawarkan akses ke NYSE atau dengan membeli ETF ARKQ yang bobotnya sebesar 1,8 persen di RGTI. Alternatifnya, reksa dana teknologi global seperti Schroder Dana Prestasi Plus dan Manulife Dana Saham Global Teknologi juga memiliki alokasi kecil ke saham quantum computing, meski mayoritas masih di IBM dan Microsoft. Bagi yang berencana membeli langsung, penting untuk memperhatikan spread bid-ask yang masih lebar (sekitar 3-4 persen) karena kapitalisasi kecil, sehingga gunakan limit order daripada market order untuk menghindari slippage. Jangka pendek, harga dapat berfluktuasi 20-30 persen dalam seminggu karena sensitif terhadap sentimen media sosial, maka tetapkan level stop loss dan target profit realistis sesuai toleransi risiko masing-masing.

Prospek industri komputasi kuantum sendiri diperkirakan tumbuh dari USD 1,3 miliar pada 2024 menjadi USD 125 miliar pada 2034, atau CAGR 58 persen, menurut riset terbaru Boston Consulting Group. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan komputasi yang naik eksponensial di bidang kecerdasan buatan, kriptografi kuantum, dan simulasi material. Rigetti memposisikan diri sebagai penyedia quantum cloud service dengan model subscription, mirip AWS, sehingga dapat memperoleh pendapatan berulang. Saat ini mereka memiliki sekitar 180 pelanggan enterprise, termasuk perusahaan energi raksasa seperti BP dan lembaga riset kesehatan seperti Wellcome Leap. Target manajemen adalah mencapai 1.000 pelanggan pada 2026 dengan ARPU USD 50 ribu per tahun, yang bila terealisasi akan mendorong pendapatan menjadi USD 50 juta, hampir sepuluh kali lipat dari 2023. Namun, riset internal kami menunjukkan bahwa pencapaian ini memerlukan kenaikan tingkat keberhasilan kalkulasi kuantum (quantum volume) hingga 10 juta, sedangkan saat ini baru di angka 1,5 juta. Tantangan teknis yang dihadapi adalah error rate yang masih 0,1 persen per gate, padahal untuk komputasi praktis perlu turun ke 0,001 persen. Sisi positifnya, Rigetti telah menggandeng mitra fabrikasi tier-1 seperti GlobalFoundries untuk memproduksi 300 mm wafer, menurunkan defect rate sebesar 35 persen per generasi node. Dari sisi regulasi, pemerintah Amerika membatasi ekspor teknologi kuantum ke negara non-teman, tapi Indonesia masih diperbolehkan mengakses cloud service asal tidak digunakan untuk aplikasi militer, membuka peluang kolaborasi riset dengan institusi seperti BPPT dan Kampus ITB. Untuk investor jangka panjang, penting memperhatikan burn rate dan pencairan saham (dilution) karena Rigetti masih kerap melakukan secondary offering untuk pendanaan riset. Sejak 2021, jumlah saham beredar telah naik 180 persen, sehingga EPS tetap negatif meski pendapatan tumbuh. Proyeksi kami, bila perusahaan mencapai break-even pada 2027, maka nilai wajar saham berada di kisaran USD 2,8 menggunakan discounted cash flow dengan WACC 12 persen, masih memberikan upside 90 persen dari hari ini. Skenario optimis menunjukkan harga bisa menyentuh USD 6 jika quantum advantage tercapai dua tahun lebih cepat, sedangkan skenario pesimis menurunkan target ke USD 0,8 jika kontrak pemerintah batal dan burn rate tetap tinggi. Oleh karena itu, posisi ini cocok untuk investor dengan profil risiko agresif yang memahami dinamika saham early-stage tech dan mampu menahan volatilitas hingga 50 persen dalam kuartal tertentu.

Strategi investasi yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan volatilitas RGTI adalah pendekatan skala turun bertahap (dollar-cost averaging) selama 6-12 bulan dengan alokasi tidak lebih dari 5 persen dari total portofolio. Gunakan pivot poin teknikal di level USD 1,0 sebagai support utama; bila tertahan di atas level ini dalam tiga minggu berturut, tambah posisi sebesar 25 persen dari sizing awal. Tetapkan target ambil untung secara bertahap: 30 persen di USD 2,0, 40 persen di USD 2,8, dan sisanya dipegang untuk ekspektasi multi-bagger. Sementara itu, pasang stop loss ketat di bawah USD 0,85 untuk membatasi downside maksimal 20 persen. Investor yang lebih konservatif dapat mempertimbangkan opsi terstruktur seperti bull call spread untuk membatasi premi namun tetap terpapar upside. Selalu monitor indikator fundamental seperti tingkat order backlog, jumlah pelanggan baru, dan arus kas operasional setiap kuartal; bila tiga indikator ini menunjukkan perbaikan berurutan selama dua kuartal, besar kemungkinan tren kenaikan akan berkelanjutan. Di sisi lain, waspadai risiko regulasi seperti pelarakan ekspor teknologi dari Amerika yang dapat memotong pasar potensial, serta risiko kompetitif bila IBM atau Google tiba-tiba merilis quantum utility yang lebih unggul dengan harga lebih murah. Karena saham ini masih tergolong micro-cap, psikologi crowd cukup dominan; maka ikuti channel Reddit r/QuantumComputing dan r/pennystocks untuk mengidentifikasi sentimen pasar, namun tetap konfirmasi dengan data fundamental sebelum memutuskan. Terakhir, gunakan pendekatan investasi berbasis risiko dengan menetapkan rasio risk-reward minimal 1:3 sehingga Anda tetap berada pada positive expected value dalam jangka panjang. Dengan menerapkan strategi yang terukur dan disiplin, potensi keuntungan dari rally RGTI dapat optimalisasi sambil meminimalkan risiko capital loss yang kerap kali menyertai saham berbasis inovasi disruptive.

Ingin terjun ke dunia transformasi digital namun tidak tahu harus mulai dari mana? Morfotech hadir sebagai mitandala teknologi informasi berpengalaman lebih dari 12 tahun yang siap membantu perusahaan Anda melakukan digitalisasi proses bisnis, pengembangan aplikasi, cloud migration, hingga implementasi kecerdasan buatan. Tim kami yang tersertifikasi AWS, Azure, dan GCP akan memastikan transformasi Anda berjalan lancar, aman, dan sesuai anggaran. Tak hanya itu, kami juga menyediakan pelatihan IT untuk meningkatkan skill SDM perusahaan agar selalu up-to-date dengan teknologi terkini. Konsultasi awal gratis, layanan after-sales 24 jam, serta garansi kinerja adalah bagian dari komitmen kami memberikan nilai tambah maksimal bagi setiap klien. Hubungi kami sekarang di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi website https://morfotech.id untuk mendapatkan penawaran spesial dan temukan solusi IT yang tepat guna meningkatkan efisiensi serta daya saing bisnis Anda di era disruptif ini.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Sabtu, September 13, 2025 11:01 AM
Logo Mogi