Bagikan :
clip icon

LinkedIn to Train AI Using Your Data-But You Can Opt Out

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

LinkedIn mengumumkan bahwa mereka akan mulai menggunakan data profil dan postingan pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan. Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas layanan seperti rekomendasi pekerjaan, fitur penulisan bantuan AI, dan umpan balik kreatif pada konten. Perubahan ini berlaku secara global dan mulai diterapkan secara bertahap ke seluruh anggota platform. Menyadari kekhawatiran privasi, LinkedIn menyediakan opsi untuk menolak partisipasi melalui menu pengaturan privasi, sehingga pengguna tetap memiliki kontrol atas data mereka. Mekanisme opt-out ini diharapkan menjadi solusi seimbang antara inovasi teknologi dan perlindungan informasi pribadi.

Proses pelatihan AI memerlukan basis data yang luas agar model dapat belajar pola bahasa, preferensi profesional, serta tren industri. LinkedIn menegaskan bahwa data yang digunakan adalah informasi umum seperti riwayat pekerjaan, keterampilan, deskripsi jabatan, dan isi postingan yang dibuat secara sukarela. Data sensitif seperti nomor identifikasi, informasi kontak langsung, dan percakapan pribadi tidak disertakan. Setelah dikumpulkan, data akan dianonimkan dan disimpan dalam lingkungan terenkripsi. Tim keamanan akan melakukan audit rutin untuk memastikan tidak ada kebocoran maupun penyalahgunaan. Dengan cara ini, LinkedIn berupaya menghadirkan kecerdasan buatan yang tangguh sekaligus menjaga kepercayaan pengguna.

Bagi pengguna yang ingin keluar dari program pelatihan ini, langkah-langkahnya relatif sederhana. Masuk ke halaman Setelan & Privasi, pilih tab Privasi, lalu gulir ke bagian Data untuk AI. Klik opsi Hentikan Kontribusi Data untuk Melatih Model Konten. Perubahan akan berlaku segera dan tidak akan memengaruhi pengalaman berjejaring secara signifikan; pengguna tetap dapat memposting, melamar pekerjaan, dan membangun koneksi seperti biasa. Namun, mereka mungkin tidak akan mendapat manfaat dari peningkatan fitur yang disokong AI di masa mendatang. Sebagai catatan, keputusan untuk keluar bersifat reversibel; pengguna dapat mengaktifkan kembali kapan saja melalui langkah yang sama.

Reaksi masyarakat terhadap kebijakan ini terbagi. Sebagian profesional merasa optimistis karena pelatihan AI berbasis data LinkedIn dapat menghasilkan sistem rekomendasi yang lebih relevan, memudahkan pencocokan talent dengan peluang karier. Di sisi lain, banyak pihak menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi bias algoritma, risiko de-anonimisasi, serta eksploitasi tanpa kompensasi. Sejumlah organisasi privasi menyerukan agar LinkedIn menerapkan sistem opt-in ketimbang opt-out, sehingga partisipasi hanya terjadi atas izin eksplisit. Lembaga perlindungan konsumen juga menekankan pentingnya transparansi penuh mengenai cara kerja model, jenis insight yang dihasilkan, serta mekanisme audit independen.

Ke depannya, perselisihan antara inovasi AI dan perlindungan data akan terus menjadi topik panas. Platform jejaring profesional lainnya kemungkinan akan mengikuti jejak LinkedIn demi tetap kompetitif. Regulator pun mulai memperhatikan, menyiapkan aturan yang mengharuskan perusahaan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna. Bagi individu, penting untuk secara rutin meninjau kebijakan privasi, mengetahui hak-haknya, serta bijak dalam membagikan informasi daring. Menyadari bahwa data adalah aset berharga, kita harus menuntut standard etika tinggi dari penyedia layanan agar teknologi benar-benar berfungsi untuk kemajuan bersama tanpa mengorbankan privasi.

Iklan Morfotech: Ingin membangun aplikasi, website, atau integrasi AI untuk bisnis Anda? Morfotech siap membantu! Kami menyediakan solusi teknologi lengkap mulai dari perancangan sistem, pengembangan, hingga implementasi kecerdasan buatan yang sesuai kebutuhan. Hubungi kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi https://morfotech.id untuk konsultasi gratis. Mari wujudkan transformasi digital bersama Morfotech, partner teknologi terpercaya Anda.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Sabtu, September 27, 2025 2:05 PM
Logo Mogi