LandSpace China Gagal Lengkapi Uji Coba Roket Reusable Zhuque-3: Harapan Jadi Pesaing SpaceX Pupus
Penerbangan perdana roket reusable generasi terbaru Zhuque-3 milik LandSpace China berakhir dengan kegagalan pada hari Rabu kemarin. Perusahaan swasta asal China ini gagal menyelesaikan pendaratan terkendali yang krusial setelah peluncuran awal, menurut laporan agen berita negara Xinhua. Insiden ini memadamkan harapan LandSpace untuk menjadi perusahaan ketiga setelah SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos yang berhasil menguji roket reusable. Dalam dunia eksplorasi ruang angkasa yang semakin kompetitif, kegagalan ini menjadi sorotan utama bagi industri roket China yang sedang berkembang pesat.
Roket Zhuque-3 dirancang sebagai kendaraan peluncur methalox yang sepenuhnya reusable, menjanjikan biaya peluncuran lebih rendah hingga 30 kali lipat dibandingkan pendahulunya Zhuque-2. Penerbangan uji coba ini dilakukan di pusat peluncuran Jiuquan, di mana roket berhasil lepas landas dan mencapai ketinggian target. Namun, fase pendaratan vertikal gagal, menyebabkan roket tidak mendarat dengan aman. Tim LandSpace menyatakan bahwa data telemetri menunjukkan masalah pada sistem propulsi atau kendali selama fase akhir, meskipun detail teknis masih dirahasiakan untuk analisis mendalam.
LandSpace, didirikan pada 2015, telah mencatat prestasi signifikan seperti peluncuran sukses Zhuque-2 pada 2023, menjadikannya roket methalox orbital pertama di dunia. Perusahaan ini bertujuan mendominasi pasar peluncuran komersial China dengan teknologi reusable. Kegagalan Zhuque-3 ini mirip dengan tantangan awal yang dihadapi SpaceX pada 2015, di mana Falcon 9 mengalami beberapa ledakan sebelum sukses. Namun, China kini berupaya mengejar ketertinggalan melalui investasi besar dari pemerintah dan swasta.
Dibandingkan SpaceX yang telah mendaratkan lebih dari 300 booster Falcon 9 dan Starship prototipe, serta Blue Origin dengan New Shepard suborbital, LandSpace masih dalam tahap awal. Kegagalan ini tidak menghalangi ambisi China untuk membangun ekosistem ruang angkasa mandiri, didukung oleh program nasional seperti Tiangong dan misi bulan. Analis memprediksi LandSpace akan bangkit dengan uji coba berikutnya dalam enam bulan, memanfaatkan data berharga dari insiden ini untuk perbaikan desain.
Implikasi kegagalan Zhuque-3 bagi industri global termasuk perlambatan kompetisi di pasar peluncuran Asia, tetapi juga peluang bagi mitra internasional seperti Indonesia dalam kolaborasi satelit. Morfotech.id memantau perkembangan teknologi roket reusable untuk mendukung inovasi aerospace lokal. Pantau update terbaru kami untuk analisis mendalam tentang masa depan eksplorasi ruang angkasa China.
Iklan Morfotech whatsapp +62 811-2288-8001 website https://morfotech.id