Bagikan :
clip icon

LandSpace China Gagal Tes Roket Reusable Zhuque-3: Harapan Jadi Pemain Ketiga Pupus

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Perusahaan antariksa China LandSpace mengalami kegagalan dalam uji coba pertama roket generasi baru Zhuque-3 pada hari Rabu lalu. Tes ini bertujuan membuktikan kemampuan roket reusable, yang diharapkan menjadikan LandSpace sebagai perusahaan ketiga setelah SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos yang berhasil mengembangkan pesawat antariksa reusable. Kegagalan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi industri antariksa China yang sedang berlomba mengejar dominasi global di sektor roket reusable.

Zhuque-3 dirancang sebagai roket methalox dua tahap dengan kapasitas muat hingga 20 ton ke orbit rendah Bumi. Roket ini menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair, teknologi yang sama dengan Starship SpaceX. LandSpace telah sukses meluncurkan Zhuque-2 pada 2023, tetapi tantangan reusable terletak pada pendaratan tahap pertama yang presisi. Saat tes di Hainan, roket mengalami anomali saat fase pendaratan vertikal, menyebabkan kegagalan menyelesaikan misi.

Industri roket reusable sedang berkembang pesat. SpaceX telah mendemonstrasikan puluhan pendaratan Falcon 9 sukses, sementara Blue Origin berhasil dengan New Shepard untuk suborbital. China, melalui LandSpace, iSpace, dan GALACTICA, berupaya mengejar dengan investasi miliaran dolar. Kegagalan ini mirip dengan insiden awal SpaceX, yang justru menjadi pelajaran berharga untuk iterasi berikutnya.

LandSpace menyatakan akan menganalisis data mendalam untuk identifikasi akar masalah. CEO Zhang Changwu optimis bahwa Zhuque-3 akan siap operasional pada 2026. Pemerintah China mendukung kuat melalui program nasional, termasuk stasiun luar angkasa Tiangong. Kegagalan ini tidak menghalangi ambisi Beijing mendominasi pasar peluncuran komersial Asia.

Dampak kegagalan ini terhadap kompetisi global signifikan. SpaceX menguasai 80 persen peluncuran dunia berkat reusability, menekan biaya hingga 90 persen. Jika LandSpace bangkit cepat, China bisa merebut pangsa pasar satelit dan misi komersial. Investor tetap percaya, terlihat dari valuasi LandSpace mencapai miliaran dolar. Masa depan roket reusable China cerah meski rintangan ini.

Iklan Morfotech whatsapp +62 811-2288-8001 website https://morfotech.id

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Kamis, Desember 4, 2025 1:58 AM
Logo Mogi