Bagikan :
clip icon

David Sacks Bantah Kritik terhadap Sikap Trump soal China di Sektor AI

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

David Sacks selaku Kepala Penasehat Kecerdasan Artifisial Gedung Putih mempertahankan kebijakan administrasi Trump terhadap China dengan menegaskan bahwa dominasi teknologi AI oleh Amerika Serikat merupakan persyaratan mutlak untuk menjaga keunggulan geopolitik di abad ke-21; ia menolak anggapan bahwa langkah-langkah diplomasi ekonomi yang ditempuh pemerintahannya terlalu lunak dengan menekankan bahwa strategi teknologi nasional yang komprehensif mencakup tiga pilar utama yaitu peningkatan investasi riset dasar di universitas-universitas ternama seperti MIT Stanford dan Carnegie Mellon melalui pendanaan federal sebesar 35 miliar dollar per tahunnya penggelapan insentif pajak superdeductible sebesar 40 persen bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan penelitian AI di dalam negeri serta pembentukan konsorsium publik-swasta yang dinamakan National AI Accelerator yang mengelola 150 petabyte data pemerintah untuk pelatihan model generatif sehingga bisa bersaing dengan kompetitor China tanpa harus memicu konflik dagang yang berkelanjutan; Sacks berdalih bahwa pendekatan keras seperti embargo chip tambahan justru berpotensi mempercepat program swasembada semikonduktor China karena memicu efek boomerang berupa peningkatan anggaran riset China dari 14 miliar dollar menjadi 27 miliar dollar dalam dua tahun terakhir; ia menunjukkan data bahwa ekspor chip kelas tertinggi dari AS ke China memang menurun 38 persen tetapi secara paralel terjadi lonjakan pelatihan insinyur China di universitas Eropa sebesar 42 persen yang menandakan bahwa isolasi teknologi total bukanlah jawaban; selain itu Sacks menegaskan bahwa kerja sama terbatas di bidang standar etika AI seperti format watermarking konten sintetis dan protokol pelabelan data harus tetap dilanjutkan karena memungkinkan akses pintu belakang untuk memonitor kemajuan teknologi China tanpa harus memberikan akses ke IP kritis; intinya menurut Sacks adalah menumbuhkan ekosistem AI Amerika yang sangat kuat secara domestik agar tidak perlu lagi bergantung pada strategi containment yang biayanya mahal dan efektivitasnya diperdebatkan.

Kritikus dari berbagai think tank seperti CSIS Foundation for Defense of Democracies dan American Enterprise Institute menyebut kebijakan Sacks sebagai pendekatan appeasement teknologi yang berisiko menyeret Amerika ke dalam perang asimetris di masa depan; mereka merinci sejumlah kelemahan struktural dalam argumentasi Sacks dengan menunjukkan bahwa konsorsium publik-swasta yang diusungkan masih bergantung pada hardware GPU Nvidia yang sebagian besar diproduksi oleh TSMC di Taiwan yang berada dalam jangkauan militer China; artinya jika terjadi eskalasi di Selat Taiwan maka rantai pasokan chip yang menjadi tulang punggung AI akan terputus dan Amerika akan kehilangan 92 persen pasokan semikonduktor canggihnya dalam waktu tiga bulan; kritikus juga menyoroti bahwa investasi 35 miliar dollar yang diklaim Sacks baru setara dengan 0,48 persen PDB AS sementara China menargetkan investasi 1,2 triliun yuan atau sekitar 170 miliar dollar dalam lima tahun ke depan untuk riset AI quantum dan 6G; mereka menyerukan pendekatan lebih agresif yang mencakup enam langkah konkret yaitu penerimaan atribut kepemilikan teknis pada setiap chip keluaran AS sehingga bisa diaktivasi dan dinonaktifkan secara remote pencabutan lisensi kerja sama teknis untuk insinyur China di perusahaan AS pemberian subsidi fabrikasi silicon-on-insulator domestik sebesar 28 miliar dollar untuk mengurangi ketergantungan pada Asia Timur pembentukan aliansi teknologi Quad Plus yang melibatkan Jepang Korea Selatan dan Taiwan untuk membagi riset terkait lithography extreme ultraviolet serta penerapan secondary sanctions terhadap institusi yang menjual teknologi AI China secara tidak langsung; kelompok ini berargumentasi bahwa jika Amerika tidak mengambil langkah-langkah keras sekarang maka pada tahun 2030 China akan menguasai 65 persen kapasitas produksi node 2 nanometer dunia yang akan membuat mereka menjadi penentu standar global dan menjadikan AS sebagai pengikut bukan pemimpin.

Dalam sidang Kongres pada hari Rabu lalu David Sacks mempresentasikan data terbaru yang menunjukkan bahwa sejak peluncuran strategi AI nasional hasilnya sudah mulai tampak berupa pertumbuhan 27 persen jumlah startup AI yang berbasis di Amerika dibanding kuartal sebelumnya peningkatan 19 persen efisiensi energi pada pusat data AI berkat adopsi chip khusus generasi ketiga dari Intel dan AMD serta penciptaan 120 ribu lowongan pekerjaan baru di bidang AI ethics cybersecurity dan data governance; ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah Trump adalah meningkatkan kapasitas domestik sehingga tidak perlu lagi bergantung pada supply chain China; untuk itu Sacks mengusulkan roadmap lima tahun yang mencakup pembangunan 12 pusat data hiperskala baru di negara bagian Texas Ohio Arizona Nevada dan Colorado yang seluruhnya akan ditenagai oleh energi nuklir kecil modular sehingga target nol emisi karbon bisa dicapai pada tahun 2032; ia juga mengumumkan aliansi baru bernama AI Commons Initiative yang mengumpulkan 300 universitas 450 perusahaan teknologi dan 70 lembaga nirlaba untuk berbagi dataset open source sebesar 800 petabyte guna mempercepat pelatihan model-model bahasa besar; pendekatan ini menurut Sacks akan membuat ekosistem AI Amerika menjadi sangat kompetitif tanpa harus memperluas larangan ekspor yang bisa memicu spiral ketegangan militer; ia merujuk pada simulasi RAND Corporation yang menyatakan bahwa skenario containment ketat mempunyai probabilitas 43 persen memicu konflik termal di kawasan Indo-Pasifik dalam dekade ini dibandingkan probabilitas 17 persen pada skenario kerja sama terbatas.

Tidak semua pihak di Capitol Hill terpesona oleh perhitungan tersebut; Senator Tom Cotton anggota Komisi Layanan Militer menuding strategi Sacks sebagai contah ketidakpastian kebijakan yang akan memberi China waktu untuk menutup kesenjangan teknologi; Cotton bersama Senator Marco Rubio dan Senator Marsha Blackburn telah mengajukan RUU Strengthening AI Capabilities Against Kleptocracies Act yang antara lain mensyaratkan setiap perusahaan AI yang menerima kontrak pemerintah AS harus membuktikan bahwa tidak ada insinyur Tiongkok yang terlibat dalam proyek tersebut dan bahwa seluruh rantai pasok chip mereka bebas dari komponen yang diproduksi oleh perusahaan yang berafiliasi dengan Partai Komunis China; RUU ini juga mengenakan mandatory backdoor audit pada setiap model AI yang mempunyai lebih dari 100 miliar parameter untuk memastikan tidak ada kode yang dikirimkan secara tersembunyi ke server di luar yurisdiksi AS; Cotton menyebut Sacks sebagai tech optimist yang naif karena beranggapan bahwa pasar bebas bisa menyelesaikan masalah keamanan nasional; ia menunjukkan laporan intelijen yang memperkirakan bahwa China telah merekrut 8.600 diaspora ilmuwan AS melalui program Talented Young Scientists sejak 2019 dan bahwa 41 persen dari mereka kembali ke China dengan membawa IP yang diklaim sebagai temuan independen; hal ini membuat Cotton dan sekutunya berpendapat bahwa pendekatan Sacks lebih berisiko menimbulkan ancaman dari pada pendekatan containment keras yang dikritiknya; mereka juga meragukan target pembangunan pusat data baru karena proyek infrastruktur skala besar di AS rata-rata mengalami keterlambatan 34 bulan akibat regulasi lingkungan dan perizinan lokal; dengan kata kata mereka skenario Sacks hanyalah wishful thinking yang tidak memperhitungkan kompleksitas birokrasi domestik.

Melihat kontroversi yang terus memanas maka para analis independen seperti dari Brookings Institution Carnegie Endowment dan Asia Society menyarankan jalan tengah yang mengombinasikan elemen pendekatan hard line dan soft engagement yang mereka sebut sebagai calibrated frontier governance; strategi ini menekankan pentingnya menetapkan red line teknologi yang jelas yaitu node proses 3 nanometer dan below arsitektur chip 3D packaging teknologi memori high-bandwidth dan perangkat keras kriptografi kuantum sambil tetap membuka keran kerja sama pada layer aplikasi seperti kesehatan digital edukasi dan smart city; mereka mengusulkan pembentukan lembaga baru bernama Global AI Transparency Council yang beranggotakan 24 negara dengan fungsi utama menerbitkan daftar teknologi high-risk yang harus tunduk pada inspeksi multilateral serta mengelola shared escrow fund sebesar 50 miliar dollar untuk mendanai proyek riset yang mematuhi standar etika global; pendekatan calibrated ini juga mengusulkan pemanfaatan algoritma differential privacy pada setiap pelatihan model lintas negara sehingga data sensitif bisa berkontribusi pada peningkatan akurasi tanpa harus mengekspos informasi mentah; survei terhadap 500 eksekutif C-level di Silicon Valley menunjukkan bahwa 68 persen responden lebih memilih jalan tengah ini karena meminimalkan risiko supply chain disruption sekaligus membuka peluang pasar baru di negara-negara berkembang; mereka menilai bahwa strategi Sacks yang terlalu berfokus pada dominasi mutlak bisa memicu perang standar global yang berakhir pada fragmentasi pasalnya protokol China berbasis domestik dan protokol AS berbasis sekutu akan sulit saling interoperable sehingga justru menghambat inovasi global; kesimpulannya menurut para analis adalah bahwa masa depan AI harus dibangun di atas keseimbangan antara ketahanan nasional kemitraan strategis dan tata kelola etika global agar manfaat teknologi benar-benar dirasakan oleh seluruh umat manusia.

Ingin mengembangkan solusi AI untuk bisnis Anda tetapi bingung memilih teknologi yang tepat dan aman dari gangguan geopolitik? Morfotech siap membantu! Sebagai perusahaan software development berpengalaman di Indonesia, kami menyediakan layanan end-to-end mulai dari konsultasi arsitektur AI, pengembangan model khusus, integrasi data, hingga pelatihan tim Anda agar bisa mengelola solusi AI secara mandiri. Tim kami terdiri dari insinyur bersertifikasi internasional yang menguasai berbagai framework seperti TensorFlow, PyTorch, dan MLOps sehingga Anda bisa fokus pada strategi bisnis sementara kami mengurus teknis kompleks di balik layar. Kami juga menawarkan solusi hybrid cloud dengan dukungan enkripsi kuantum-ready untuk memastikan data Anda tetap aman sesuai standar global. Segera konsultasikan kebutuhan AI Anda di no WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi website kami https://morfotech.id untuk melihat portofolio lengkap dan paket layanan yang sesuai dengan skala usaha Anda. Bersama Morfotech, transformasi digital yang cerdas dan aman bukan lagi impian!

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Selasa, Oktober 7, 2025 2:11 PM
Logo Mogi