Dan Ives Prediksi Momen Nvidia Flex The Muscles di Tengah Skeptisisme Panduan Q3 dan Gene Munster Berburu Peluang Robotika
Hari Selasa 27 Agustus 2024 menjadi penentu baru bagi Nvidia Corp NVDA saat perusahaan asal Santa Clara California itu berdiri di ambang laporan keuangan kuartal kedua fiskal 2025 yang ditunggu-tunggu pasar global. Investor besar dan analis Wall Street saling beradu argumen soal arah harga saham yang sudah melonjak 150 persen sejak Januari lalu. Di satu sisi terdapat kekhawatiran bahwa panduan kuartal ketiga akan jatuh di bawah ekspektasi konsensus 28 miliar dollar AS. Di sisi lain Dan Ives dari Wedbush Securities menegaskan bahwa Nvidia tetaplah the one chip powering the AI Revolution dan menyebut potensi kenaikan harga target menjadi 150 dollar AS dari sebelumnya 135 dollar AS. Sementara Gene Munster dari Deepwater Asset Management memandang bahwa lini bisnis robotika baru Nvidia Project GR00T yang diperkenalkan pada GTC Maret 2024 akan menjadi katalis utama pertumbuhan setelah gelombang permintaan pusat data AI mencapai puncaknya sehingga memperpanjang durasi super siklon AI hingga tahun 2030 mendatang.
Dalam laporan riset terbaru yang diterima redaksi pada Jumat 23 Agustus 2024 Dan Ives menjabarkan setidaknya enam alasan kuat mengapa para skeptis harus mempertimbangkan kembali pandangan mereka terhadap prospek Nvidia dalam jangka pendek menengah dan panjang. Pertama margin kotor yang dipandang bisa kembali naik ke level 78 persen pada kuartal kedua berkat peningkatan efisiensi produksi chip H100 dan H200 generasi terbaru. Kedua backlog pesanan untuk Blackwell B100 dan B200 yang sudah terjual habis hingga kuartal pertama 2025 menunjukkan kuatnya daya tarik ekosistem CUDA terhadap para hyperscaler seperti Amazon Web Services Microsoft Azure dan Google Cloud. Ketiga ekspansi kapasitas pabrik TSMC CoWoS yang bertambah 30 persen kuartal ini memastikan supply constraint perlahan teratasi sehingga memungkinkan revenue run rate lebih konsisten. Keempat penetrasi software suite Nvidia AI Enterprise yang menyumbang 1 miliar dollar AS ARR pada kuartal sebelumnya diproyeksikan tumbuh triple digit berkat bundling NIM microservices. Kelima negara emerging market seperti India Arab Saudi dan Indonesia tengah gencar membangun pusat data AI sovereign sehingga menambah total addressable market baru 10 miliar dollar AS dalam 24 bulan ke depan. Keenam valuasi saat ini diperdagangkan di kisaran 35 kali forward PE yang masih relatif murah dibanding tren pertumbuhan laba 100 persen year on year yang berarti rerating masih terbuka.
Gene Munster menambahkan sudut pandang berbeda yang selama ini jarang dibahas publik secara mendalam yaitu betapa pentingnya robotika sebagai next frontier growth driver Nvidia. Deepwater memperkirakan total market robotika global akan mencapai 2 triliun dollar AS pada tahun 2035 didorong kombinasi faktor berikut. Satu konsolidasi industri manufaktur yang semakin otomatis mengharuskan perusahaan mengadopsi robot kolaboratif cobot berbasis AI generative untuk mempertahankan daya saing. Dua kenaikan upah minimum di banyak negara maju memacu tren reshoring pabrik yang hanya bisa terjadi jika efisiensi produksi ditingkatkan melalui perangkat Nvidia Jetson Orin dan Isaac AMR platform. Tiga kebutuhan rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia akan memunculkan permintaan robot humanoid berbasis Nvidia Isaac GR00T untuk tugas lifting dan mobilitas pasien. Empat ekosistem software Nvidia Omniverse menjadi wadah simulasi digital twin bagi startup robotika di seluruh dunia termasuk 1X Technologies Figure AI dan Agility Robotics yang menggunakan GPU untuk training reinforcement learning. Lima dukungan pemerintah Amerika Serikat melalui National Robotics Initiative 3 0 memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang memanfaatkan komputasi AI lokal guna menghindari ketergantungan pada supply chain China.
Para analis yang masih skeptis terhadap panduan kuartal ketiga Nvidia umumnya merujuk pada serangkaian indikator makro dan mikro berikut. Indikator makro satu kekhawatiran resesi global yang bisa menurunkan capex cloud dari empat hyperscaler utama sebesar 10 sampai 15 persen di paruh kedua 2024. Dua kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat terhadap produk semikonduktor dari China yang berpotensi menaikkan biaya produksi 5 sampai 7 persen. Tiga ketidakpastikan geopolitik di Asia Tenggara yang berisiko mengganggu rantai pasokan substrat chip. Dari sisi mikro satu risiko konsentrasi pelanggan dimana 40 persen revenue Nvidia masih berasal dari lima pelanggan besar. Dua kompetitor Intel dengan Gaudi 3 dan AMD dengan MI300X menargetkan 20 persen market share inferencing pada tahun 2025. Tiga kompleksitas migrasi ke platform Blackwell yang memerlukan redesain sistem pendingin dan peningkatan daya listrik hingga 1200 watt per GPU menyebabkan adopsi lamban dari beberapa enterprise. Namun demikian data terakhir dari Omdia menunjukkan bahwa pengiriman GPU Nvidia kuartal kedua 2024 mencapai 3 juta unit atau naik 50 persen quarter on quarter sehingga membantah sebagian kekhawatiran penurunan permintaan.
Melihat besarnya dinamika risiko dan peluang di depan maka investor dianjurkan untuk menyusun strategi portofolio yang adaptif dan berbasis skenario. Skenario optimis dengan probabilitas 40 persen menempatkan target harga Nvidia pada level 175 dollar AS dalam 12 bulan didukung oleh katalis earnings beat kuartal kedua panduan kuartal ketiga di atas konsensus 20 persen serta pengumuman pemecahan saham 10 for 1 pada konferensi GTC November 2024. Skenario dasar 45 persen probabilitas menetapkan target 135 dollar AS dimana pertumbuhan revenue masih kuat 80 persen year on year namun mulai normalisasi margin. Skenario pesimis 15 persen probabilitas menempatkan downside ke 85 dollar AS jika terjadi order cancellation dari hyperscaler karena faktor makro. Rekomendasi taktis bagi investor institusional adalah cost averaging pada level 100 sampai 110 dollar AS sambil menjaga hedge ratio 30 persen melalui put options 3 bulan. Investor ritel dapat mempertimbangkan accumulation bertahap menggunakan fractional shares atau ETF sector technology dengan bobot Nvidia di atas 8 persen seperti QQQ atau SOXX. Penting pula untuk memonitor tiga katalis utama yaitu laporan earnings 27 Agustus keynote CEO Jensen Huang di Goldman Sachs Communacopia 11 September dan hasil tes performa chip Blackwell B200 di MLPerf benchmark September 2024.
Iklan Morfotech: Ingin membangun infrastruktur AI untuk bisnis Anda tanpa pusing mikir hardware dan software? Morfotech solusi lengkap cloud GPU dan konsultasi AI untuk enterprise Indonesia. Kami menyediakan cluster Nvidia A100 H100 dan RTX 4090 berbasis data center Tier 3 di Jakarta dengan latency rendah serta dukungan engineer 24 7. Dapatkan free trial 50 dollar kredit GPU dan konsultasi gratis desain arsitektur MLOps sesuai kebutuhan. Hubungi kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi website https://morfotech.id untuk memulai transformasi AI perusahaan Anda hari ini juga.