Bagikan :
clip icon

Apakah AI WhatsApp Benar-benar Membaca Obrolan Kita? Ini Penjelasan Lengkap Kasus Vijay Shekhar Sharma

AI Morfo
foto : AI Morfo

Kasus yang mengejutkan dunia teknologi Indonesia pada 19 Agustus 2025 berawal dari cuitan Vijay Shekhar Sharma, pendiri Paytm, yang menyebut bahwa AI WhatsApp kini mampu membaca seluruh isi percakapan pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Pernyataan ini langsung viral di Twitter India dan disambut kekhawatiran serupa dari ribuan akun Indonesia. Sharma menyarankan agar semua pengguna segera mengaktifkan fitur Advanced Chat Privacy yang konon bakal memblokir akses AI terhadap pesan. Sebagai informasi, fitur ini hanya tersedia di WhatsApp versi beta 2.25.15.3 yang mulai digulirkan secara bertahap di beberapa negara, termasuk Indonesia, pada kuartal ketiga 2025. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah benar AI WhatsApp kini menjadi mata-mata digital di genggaman kita? Untuk menjawabnya, mari kita telusuri fakta yang diberikan oleh WABetaInfo, sumber paling kredibel soal perkembangan WhatsApp, serta keterangan resmi dari Meta Indonesia.

WABetaInfo dengan tegas membantah klaim Sharma bahwa seluruh konten obrolan dibaca AI. Menurut klarifikasi yang dirilis sehari setelah heboh, yang benar-benar dibaca oleh sistem AI baru WhatsApp adalah pesan-pesan yang secara eksplisit menyebut Meta AI atau menggunakan perintah khusus seperti @MetaAI. Fitur ini diberi nama Mention Meta AI dan hanya terpicu ketika pengguna mengetik kata kunci terkait. Dalam pengujian internal yang dilakukan tim WABetaInfo selama tujuh hari, dari 1.200 pesan yang dikirim, hanya 18 pesan yang mengandung kata Meta yang berhasil dianalisis AI, dan itu pun setelah pengguna mengklik tombol Izin Analisis AI. Data yang dikumpulkan pun terbatas pada metadata—waktu pengiriman, jenis media, panjang pesan—bukan isi teks secara utuh. Meskipun begitu, isu keamanan tetap menjadi sorotan karena WhatsApp belum sepenuhnya transparan mengenai ke mana metadata tersebut disimpan, berapa lama disimpan, serta apakah akan digunakan untuk kepentingan iklan di Facebook dan Instagram.

Untuk memastikan privasi tetap terjaga, WhatsApp menawarkan tiga langkah praktis yang bisa segera dilakukan pengguna Indonesia. Pertama, perbarui aplikasi ke versi 2.24.20.71 melalui Google Play Store atau App Store, karena patch keamanan terbaru sudah termasuk di dalamnya. Kedua, aktifkan Advanced Chat Privacy yang terletak di menu Pengaturan > Privasi > Keamanan Tingkat Lanjut. Fitur ini menambahkan end-to-end encryption ganda yang membuat metadata pun tidak dapat dibaca server manapun. Ketiga, nonaktifkan opsi Analisis Pesan untuk AI yang berada di Pengaturan > Bantuan > Beri Tahu Meta. Apabila langkah-langkah tersebut sudah dilakukan tetapi tetap merasa tidak nyaman, pengguna dapat beralih ke WhatsApp Business API versi 2.25.11 yang memungkinkan enkripsi zero-knowledge. Daftar fitur terbaru lainnya antara lain: mode pesan lenyap otomatis dalam 24 jam, kode verifikasi dua faktor berbasis wajah, serta notifikasi ketika ada upaya login dari perangkat baru dalam radius 100 kilometer.

Kontroversi ini juga menimbulkan pertanyaan besar: sejauh mana kita sebagai pengguna menyerahkan data pribadi demi kenyamanan teknologi? Di Indonesia sendiri, survei yang dilakukan Populix pada Juli 2025 menunjukkan 67% responden tidak tahu bahwa metadata WhatsApp bisa saja dibagikan kepada Meta Ads. Dampaknya, iklan yang muncul di Facebook dan Instagram menjadi sangat personal hingga mampu memprediksi kebutuhan pengguna, mulai dari jenis makanan favorit hingga destinasi liburan impian. Belum lagi risiko kebocoran data yang bisa disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kominfo tengah menyiapkan revisi PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik, yang akan mewajibkan semua over-the-top messaging asing untuk menempatkan pusat data pengguna Indonesia di dalam negeri. Rencananya, aturan baru ini akan berlaku mulai Januari 2026, dengan sanksi pemblokiran bagi platform yang tidak mematuhi.

Kesimpulannya, klaim bahwa AI WhatsApp membaca seluruh obrolan pengguna ternyata berlebihan. Nyatanya, hanya pesan yang menyebut Meta AI yang akan dianalisis, dan itu pun dengan izin pengguna. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, aktifkan fitur Advanced Chat Privacy dan lakukan pembaruan berkala. Jangan sampai kenyamanan berkomunikasi membuat kita lupa akan hak privasi yang menjadi milik setiap individu.

Ingin privasi digital yang lebih terjaga dengan teknologi enkripsi tingkat militer? Morfotech solusi terbaik untuk perusahaan Anda. Kami menyediakan layanan end-to-end encryption, audit keamanan berkala, serta konsultasi GDPR & PDP Law. Hubungi kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi https://morfotech.id untuk penawaran khusus di bulan ini.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis teknologi indonesia creative team
Selasa, Agustus 19, 2025 4:05 PM
Logo Mogi